NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) terus berupaya untuk meningkatkan resiliensi industri gim nasional.

"Kami ingin setiap studio gim di Indonesia memiliki jalur pertumbuhan yang jelas, sementara mitra internasional dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai talenta dan potensi yang dimiliki Indonesia," kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana dalam acara Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Bali, Kamis.

Upaya untuk mendukung penguatan industri gim antara lain dilakukan dengan mengadakan Game Developer Exchange (IGDX), yang menghadirkan ruang bagi para pengembang gim untuk membangun kemitraan, menarik investasi, dan menjajaki pasar global.

IGDX membuka kesempatan bagi studio-studio gim lokal untuk memperkenalkan produk, belajar dari pelaku industri lain, membangun koneksi, serta menjajaki peluang pasar.

Perwakilan dari 339 studio gim dan 66 penerbit gim dari 31 negara berkumpul dalam satu forum yang didukung oleh sembilan mitra acara dalam ajang IGDX.

Sebanyak 543 pemegang Business Pass bisa menjajaki peluang kerja sama di ruang-ruang pertemuan bisnis, sementara 1.037 pemegang public pass bisa menyaksikan tren perkembangan industri gim nasional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah ingin pelaku industri gim dalam negeri bisa menjadi pemain yang diperhitungkan di tataran global.

"Kita ingin pelaku industri gim Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi juga pencipta, inovator, dan pemain yang diperhitungkan di panggung dunia," katanya.

IGDX harapannya bisa melahirkan kemitraan-kemitraan bisnis dalam investasi, pengembangan, penerbitan, dan distribusi gim.

Presiden AGI Shafiq Husein mengajak seluruh peserta IGDX untuk memperkuat ekosistem gim Indonesia.

"Mari bersama-sama memperkuat ekosistem gim Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu membawa karya serta talenta Indonesia ke pasar global," katanya.

Penguatan ekosistem gim sejalan dengan upaya pengembangan ekonomi digital nasional.

Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan nilai transaksi bruto ekonomi digital Indonesia pada 2025 mencapai 99 miliar dolar AS, meningkat 14 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pemerintah berupaya menghubungkan talenta, perusahaan rintisan, perguruan tinggi, industri, investor, dan pasar guna mendorong peningkatan ekonomi digital.