Nezar mengatakan ajang GM-DTGI Award 2026 menghadirkan penilaian yang lebih detail dan substantif mengenai adopsi teknologi digital di tingkat pemerintahan daerah, hal itu karena pemerintah daerah merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

"Jadi, apa yang dilakukan ini saya kira jauh lebih detail dan lebih substantif, bagaimana adopsi teknologi digital di pemda, baik lokal maupun regional. Karena, di lokal pemerintah inilah sebetulnya layanan publik berada di garis depan," ujar Nezar.

Dia menjelaskan dalam dua tahun terakhir cakupan indeks GM-DTGI berkembang dari 429 menjadi 508 kabupaten dan kota, kondisi tersebut menjadikan indeks ini sebagai salah satu cermin kondisi transformasi digital pemerintahan daerah secara nasional.

Nezar menegaskan tujuan indeks tersebut bukan semata-mata menentukan daerah yang unggul maupun tertinggal, namun membantu pemda memahami posisi masing-masing dalam transformasi digital, identifikasi aspek yang perlu diperbaiki, serta menemukan praktik baik yang menjadi rujukan bersama.