Ia mengatakan pembangunan pusat data, khususnya untuk mendukung kecerdasan buatan (AI), diarahkan agar tidak terkonsentrasi di Jawa Tengah dan Batam. Pengembangan fasilitas tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Terkait kapasitas pusat data di Indonesia, Nezar menyebut proyek-proyek yang sedang disiapkan ditargetkan memiliki kapasitas total hingga 1,3 gigawatt (GW).
Ia menjelaskan perizinan pembangunan pusat data bukan berada di bawah kewenangan Kemkomdigi, melainkan melibatkan kementerian yang menangani bidang investasi dan industri.
Sementara itu, usulan agar pembangunan pusat data ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) masih dalam pembahasan.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan pemerataan pembangunan pusat data membutuhkan perencanaan yang mempertimbangkan kesiapan pasar, ketersediaan sumber daya, pasokan energi, serta dukungan konektivitas nasional dan internasional.