Faktor kedua adalah data berkualitas dan tata kelola data yang kuat. Mira menegaskan bahwa AI tidak akan bekerja optimal di atas data yang keliru atau terfragmentasi.
Oleh karena itu, diperlukan pergeseran pendekatan dari sekadar mengumpulkan data ke satu tempat, menjadi kemampuan berbagi pakai data antarinstansi melalui mekanisme interoperabilitas yang aman, terstandar, dan dapat diaudit.
"Data tidak harus selalu berpindah tempat agar manfaatnya dapat bergerak lintas lembaga," katanya.
Faktor ketiga yakni penguatan kapasitas komputasi dan pusat data. Saat ini total kapasitas pusat data di Indonesia baru mencapai 465-600 megawatt, tertinggal jauh dari negara-negara tetangga.
Meski mendorong peningkatan investasi infrastruktur, Mira mengingatkan kedaulatan bukan sekadar soal lokasi fisik server, tetapi juga kendali penuh atas akses, keamanan, dan keberlangsungan operasional layanan secara berkelanjutan.