NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa pendekatan keamanan siber di era kecerdasan artifisial (AI) harus berkembang dari sekadar sistem perlindungan teknologi menjadi pelindung terhadap identitas dan kepercayaan masyarakat.

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kemkomdigi Raden Wijaya Kusumawardhana menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan AI telah mengubah karakter ancaman digital secara signifikan.

"Perkembangan AI telah memperluas permukaan serangan hingga pada identitas, informasi dan kepercayaan manusia," kata Wijaya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia memaparkan bahwa AI menghadirkan pedang bermata dua dalam lanskap keamanan siber. Di satu sisi, teknologi itu sangat diandalkan untuk mendeteksi anomali, menganalisis ancaman, dan mempercepat respons terhadap kejadian siber.

Namun di sisi lain, pelaku kejahatan memanfaatkannya untuk merencanakan penipuan yang sangat realistis, mulai dari pembuatan konten deepfake, penyamaran identitas, hingga meniru suara anggota keluarga melalui panggilan telepon.