Serangan siber itu menunjukkan bahwa masalah keamanan siber tidak lagi hanya berupa pembobolan celah sistem keamanan, tetapi lebih menargetkan manipulasi terhadap manusia sebagai pengguna teknologi.

Untuk menanggapi ancaman yang semakin kompleks ini dibutuhkan literasi keamanan digital bagi masyarakat untuk mencegah manipulasi.

"Kami mengamati kemampuan masyarakat untuk mengenali penipuan, melindungi identitas, memahami risiko AI, dan menjaga keamanan informasi perlu terus menjadi bagian dari penguatan kapasitas digital nasional," katanya.

Dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks, Kemkomdigi juga menekankan pentingnya tata kelola AI berbasis risiko.