"Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim kecil untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tentu saja dengan bimbingan para mentor teknis Komdigi, mentor dari pemilik use case, dan dosen pembimbing dari masing-masing kampus," kata Boni menjelaskan.

Melalui pengalaman menyelesaikan tantangan yang dihadapi industri dan sektor publik maupun program prioritas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, AI Talent Factory didorong untuk mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan, sehingga mereka lebih siap memasuki industri setelah menyelesaikan pendidikan.

"Harapannya, setelah lulus dari perguruan tinggi, mereka akan lebih siap memasuki dunia industri dan menjadi talenta yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan," ucap Boni.