NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melibatkan mahasiswa dalam proyek nyata untuk membentuk talenta artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) yang mampu menyelesaikan persoalan dunia kerja melalui AI Talent Factory.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi Boni Pudjianto dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, mengatakan program tersebut dirancang untuk mempertemukan kemampuan akademik mahasiswa dengan pengalaman menyelesaikan tantangan yang dihadapi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri, dan sektor publik.

"Keunggulan program ini adalah mahasiswa yang sudah berada di tahap akhir kuliah atau sedang mengerjakan tugas akhir langsung terlibat dalam proyek nyata yang kami siapkan. Mereka bekerja dalam tim untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi," kata Boni.

AI Talent Factory bertujuan untuk menyiapkan talenta AI tingkat lanjut melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Politeknik Negeri Padang (PNP).

Peserta program tidak hanya dibekali fondasi keilmuan seperti data science, machine learning, dan deep learning, tetapi, juga ditantang menyelesaikan berbagai studi kasus yang mencerminkan kebutuhan dunia kerja.

Program tersebut menyiapkan sejumlah kasus nyata dari program prioritas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri, maupun sektor publik. Mahasiswa peserta program kemudian diminta untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim kecil untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tentu saja dengan bimbingan para mentor teknis Komdigi, mentor dari pemilik use case, dan dosen pembimbing dari masing-masing kampus," kata Boni menjelaskan.

Melalui pengalaman menyelesaikan tantangan yang dihadapi industri dan sektor publik maupun program prioritas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, AI Talent Factory didorong untuk mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan, sehingga mereka lebih siap memasuki industri setelah menyelesaikan pendidikan.

"Harapannya, setelah lulus dari perguruan tinggi, mereka akan lebih siap memasuki dunia industri dan menjadi talenta yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan," ucap Boni.