Sistem akan secara otomatis mendeteksi batas limit dan menampilkan peringatan agar warga mencoba kembali beberapa saat kemudian layaknya sistem antrean.

Kapasitas maksimal yang stabil menjadi perhatian utama mengingat portal Perlinsos ini dibangun melalui kolaborasi antar-kementerian dan lembaga, bukan dari satu alokasi anggaran yang didedikasikan secara khusus.

Lebih lanjut, Yessi menjelaskan pengujian sistem digital ini juga penting dilakukan berkala untuk menyamakan standar sistem dari masing-masing instansi lembaga dan kementerian sehingga pemerintah nantinya bisa mengetahui batasan dari sistem tersebut.

"Di awal saya sudah sampaikan bahwa karakteristik kementerian dan lembaga itu beda-beda. Tata kelola beda-beda, ketahanan sistemnya beda-beda, nah itu kan harus kita samain nih jangan sampai satu macet, satu tinggi, satu rendah, kan kita harus ngambil way out seperti apa nih," kata Yessi.