NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital sedang mengupayakan pembangunan pusat data swasta hingga ke Indonesia bagian timur melalui perencanaan lokasi, kepastian pasokan energi, konektivitas cadangan, dan penyederhanaan perizinan.
“Kami perlu memprioritaskan kawasan-kawasan tertentu dengan mempertimbangkan kebutuhan pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan layanan publik. Selain itu, pasokan energi dan kesesuaian lokasi juga merupakan hal penting," kata Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto dalam Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Bali, Selasa.
Wayan menyebut upaya ini bertujuan membuka peluang investasi infrastruktur digital yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia. Pengembangan pusat data juga dinilai dapat mendukung kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan kesiapan infrastruktur secara menyeluruh.
Meski demikian, pengembangan pusat data tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan investasi dan pembangunan fisik. Pemerintah perlu memastikan setiap lokasi memiliki ekosistem pendukung yang memadai agar pusat data dapat beroperasi secara andal dan memenuhi kebutuhan pengguna.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyusunan regulasi terkait kabel bawah laut dan pusat data. Wayan menyampaikan rancangan Peraturan Presiden mengenai kedua aspek tersebut telah disiapkan dan sedang memasuki tahap konsultasi publik.