Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi, berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Ansar Allah atau Houthi dari Yaman.
Sputnik melaporkan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan bahwa serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sementara itu, serangan pada 11 Oktober menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya.
Serangan tersebut mengenai dua terminal penumpang dan memicu kebakaran.
Sementara itu, menurut catatan Kemlu Arab Saudi, ada sebanyak 581.000 WNI yang berada di negara tersebut, terdiri atas 351.070 pemegang izin tinggal (iqamah) dan 229.350 pengunjung atau peziarah.