NADIKABAR.COM β Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal, khususnya pada sektor industri pengolahan logam berat.
Kerja sama yang berlaku selama dua tahun (2026-2028) ini dirancang sebagai landasan utama dalam menyiapkan tenaga kerja yang berdaya saing seiring pesatnya perkembangan investasi kawasan industri di kawasan timur Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan, langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas kunjungan kerja Presiden dua pekan sebelumnya yang mencatat perkembangan positif investasi di kawasan tersebut.
βCita-cita kita adalah menjadikan PT IWIP sebagai benchmark Integrated Talent Engine in Indonesia, yakni sebuah kawasan industri yang mampu menarik ekosistem pelatihan dan pendidikan secara mandiri dan terintegrasi,β kata Menaker.
Lebih lanjut, Yassierli mengatakan bahwa kehadiran investasi skala besar di sektor pengolahan logam berat harus berjalan selaras dengan penyiapan SDM berkualitas serta penciptaan iklim ketenagakerjaan yang kondusif.
Keberadaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja diharapkan dapat menjaga hubungan industrial tetap harmonis.
βPrinsip kita tegas, industri harus maju, dan pekerja harus sejahtera. Dua hal ini tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring dan saling menguatkan,β ujarnya.
Selain itu, Yassierli menyebut, guna memastikan penyerapan tenaga kerja berjalan optimal, Kemnaker mendorong PT IWIP menyusun peta jalan (roadmap) kebutuhan SDM untuk lima tahun ke depan.
Peta jalan tersebut mencakup pemenuhan tenaga kerja secara berjenjang, mulai dari tingkat operator, supervisor, hingga insinyur muda, sekaligus transisi penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) hanya pada kebutuhan teknis khusus yang wajib disertai alih pengetahuan (transfer of knowledge).
Sebagai bentuk dukungan konkret, Yassierli menambahkan, Kemnaker menyiapkan penguatan ekosistem SDM melalui integrasi sistem pelatihan dan pendidikan vokasi.
Sinergi ini mencakup alokasi kuota pelatihan vokasi dan sertifikasi gratis dari Balai Latihan Kerja (BLK), serta penyediaan beasiswa penuh (full scholarship) di Politeknik Ketenagakerjaan bagi putra-putri daerah Maluku Utara.
Kerja sama ini juga memperluas kesempatan pelatihan bagi kelompok disabilitas serta mengalokasikan 80 persen peserta Program Magang Nasional untuk diterjunkan langsung di kawasan industri PT IWIP.
βMelalui kolaborasi Kemnaker dan PT IWIP diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan industri nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah dan sekitarnya,β kata Menaker.