"Kalau misalnya pasiennya yang kebetulan tidak menemukan ada keluhan, dan pada medical check-up ditemukan batu. Itu kita disebut "silent stone". Jadi tidak menemukan gejala apa pun," jelasnya.
Meski tidak menimbulkan gejala, kondisi tersebut tetap perlu diperiksa, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi pada urine, batu tersebut kemungkinan dapat menjadi tempat berkembang biaknya kuman.
"Jadi sebaiknya dieliminasi," kata dr Boyke.
Menurut dr Boyke, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi batu ginjal ini. Salah satunya yaitu Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).