Oleh karena itu, keputusan tidak menaikkan murid ke kelas berikutnya hanya dapat dibenarkan apabila didasarkan pada bukti yang memadai bahwa murid tersebut belum mencapai kompetensi esensial, setelah memperoleh kesempatan dan dukungan pembelajaran yang diperlukan.
Pertanyaannya bukan semata-mata apakah murid layak naik kelas, melainkan apakah sekolah memiliki dasar yang cukup kuat untuk mengambil keputusan tersebut.
Dalam pengukuran dan evaluasi pendidikan, terdapat dua jenis kesalahan keputusan yang perlu diantisipasi. Pertama, false negative decision, yaitu ketika murid yang sebenarnya telah memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan justru diputuskan tidak naik kelas. Kedua, false positive decision, yaitu ketika murid yang sebenarnya belum memenuhi kompetensi tersebut justru dinaikkan kelas.