Kedua kesalahan itu mempunyai konsekuensi yang berbeda. Kesalahan pertama dapat membuat murid kehilangan waktu belajar, menurunkan motivasi, dan merasa diperlakukan tidak adil. Kesalahan kedua dapat menyebabkan kesenjangan kompetensi terbawa ke kelas berikutnya, sehingga murid semakin kesulitan mengikuti pembelajaran.
Oleh karena itu, kebijakan kenaikan kelas non-otomatis tidak boleh hanya berorientasi pada pencegahan kesalahan menaikkan murid yang belum menguasai kompetensi. Kebijakan ini juga harus mencegah kesalahan menahan murid yang sebenarnya telah memenuhi persyaratan.
Keputusan yang baik bukanlah keputusan yang paling banyak menahan murid, melainkan keputusan yang paling akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.