"Tulang kuboid merupakan tulang berbentuk persegi yang dapat sedikit bergeser dari posisi normalnya ke arah sisi luar kaki sehingga menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu saat berlari," kata Baker.

Menurut dia, teknik yang disebut cuboid whip dapat diterapkan untuk mengembalikan tulang yang bergeser ke posisi yang seharusnya.

Setelah mengikuti maraton, pelari juga bisa mengalami fraktur pada tulang navikular, tulang berbentuk seperti ginjal di bagian belakang kaki yang pasokan darahnya terbatas.​​​​​​​​​​​​​​

Baker menjelaskan, sirkulasi darah yang kurang baik membuat tulang navikular kesulitan memperbaiki kerusakan mikro secara cepat untuk mengimbangi beban latihan berintensitas tinggi.

Kondisi yang demikian bisa memicu nyeri di bagian atas dan tengah kaki serta di sepanjang lengkungan bagian dalam kaki.

Menurut Baker, penyembuhan keretakan tulang navikular akibat tekanan berulang butuh waktu lama, dan dalam banyak kasus pelari memerlukan tindakan operasi.

Baker menyarankan pelari segera menemui dokter spesialis kaki apabila mendapati kaki memerah, terasa hangat, bengkak, dan tidak mampu menopang berat badan.