Pada 24 Juni 1982, pesawat British Airways B747 yang kehilangan daya pada keempat mesinnya saat terbang di ketinggian 11.300 m dari Kuala Lumpur. Pesawat ini terbang menuju Perth, Australia.

Selama enam belas menit berikutnya, pesawat meluncur turun tanpa daya dari ketinggian 11.300 m ke 3.650 m. Untungnya, pilot berhasil menyalakan kembali tiga mesin dan melakukan pendaratan darurat yang sukses di Jakarta, Indonesia.

Tiga minggu kemudian, pesawat B747 milik Singapore Airlines yang menuju Melbourne, Australia, melaporkan insiden serupa. Kali ini, dua mesin kehilangan daya dan pesawat tersebut juga berhasil dialihkan pendaratannya ke Jakarta.

Menurut laman World Meteorological Organization (WMO), investigasi terhadap kedua kasus ini menunjukkan bahwa seluruh mesin pesawat mengalami mati mesin akibat masuknya abu vulkanik. Pesawat-pesawat tersebut diketahui telah melintasi abu vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Galunggung di Indonesia.