Secara tidak langsung, standar keselamatan dan prosedur darurat dunia penerbangan berubah imbas abu vulkanik dari Gunung Galunggung. Mengutip arsip NadiKabar.com, letusan Gunung Galunggung terjadi pada April 1982 hingga Januari 1983. Letusan ini menjadi salah satu bencana geologi terpanjang dalam sejarah Indonesia.

Masuknya abu vulkanik dan gas ke dalam mesin dapat berdampak buruk pada kinerja pesawat saat terbang. Dampak tersebut meliputi:

1. Gangguan mesin seperti mati mesin2. Erosi pada komponen avionik dan mesin3. Penyumbatan filter dan saluran pipa4. Penurunan kualitas bahan bakar5. Abrasi pada kaca depan dan bagian tepi depan pesawat6. Korosi pada permukaan logam akibat adanya tetesan asam.

Untuk mengatasi hal ini, WMO membentuk International Airways Volcano Watch (IAVW) untuk memantau dampak letusan gunung api pada dunia penerbangan.