Tanda tangan bekerja dengan cara yang kurang lebih sama. Setelah digunakan berkali-kali, seseorang tidak perlu lagi memikirkan setiap garis yang harus dibuat.
Kondisi saat menulis juga bisa berpengaruh
Tanda tangan seseorang pun tidak selalu sama setiap kali dibuat.
Ketika terburu-buru, misalnya, tanda tangan bisa menjadi lebih pendek dan sederhana. Ketika sedang santai, beberapa bagian mungkin terlihat lebih lengkap.
Tekanan pena, kecepatan gerakan dan koordinasi tangan juga dapat menghasilkan variasi. Karena itu, dalam pemeriksaan dokumen, perbedaan kecil antara tanda tangan dari orang yang sama merupakan sesuatu yang perlu diperhitungkan.
Penelitian mengenai tanda tangan menunjukkan bahwa tanda tangan seseorang memang memiliki variasi alami, meskipun pola dasarnya tetap dapat bertahan dari waktu ke waktu.
Jadi, mana yang lebih baik, sederhana atau rumit?
Tidak ada bentuk yang lebih baik hanya berdasarkan tingkat kerumitannya.
Tanda tangan sederhana bisa lebih praktis dan cepat dibuat, sedangkan tanda tangan yang lebih rumit mungkin terasa lebih personal bagi pemiliknya. Yang terpenting adalah seseorang memiliki pola tanda tangan yang dapat dikenali dan digunakan secara konsisten untuk kebutuhan yang memerlukannya.
Jadi, kalau tanda tangan Anda hanya berupa beberapa garis, tidak berarti ada sesuatu yang kurang dari diri Anda. Begitu pula jika tanda tangan Anda penuh dengan putaran dan garis yang membuat orang lain kesulitan membacanya.
Pada akhirnya, tanda tangan lebih banyak bercerita tentang kebiasaan gerak dan pilihan personal seseorang daripada menjadi "cermin" yang bisa digunakan untuk membaca kepribadian secara akurat.