Lalu, bagaimana geosmin bisa sampai ke hidung? Di sinilah hujan memainkan peran penting.

Ketika tetesan air hujan mengenai permukaan tanah, terutama tanah yang kering dan berpori, tetesan tersebut dapat membentuk gelembung udara kecil. Gelembung kemudian pecah dan menghasilkan percikan sangat kecil atau aerosol yang membawa berbagai senyawa dari permukaan tanah ke udara. Salah satunya adalah geosmin.

Partikel-partikel kecil tersebut kemudian terbawa oleh udara dan masuk ke hidung. Itulah sebabnya aroma tanah bisa terasa begitu jelas tidak lama setelah hujan mulai turun. Penelitian tentang mekanisme ini menunjukkan bahwa tetesan hujan memang dapat menghasilkan aerosol yang membawa senyawa beraroma dari tanah ke atmosfer dekat permukaan.

Kenapa bau tanah lebih kuat setelah lama tidak hujan?

Ini juga ada alasannya. Ketika tanah mengalami periode kering, berbagai senyawa dari tumbuhan dan mikroorganisme dapat terakumulasi di permukaan tanah. Setelah hujan turun, air membantu melepaskan kembali senyawa tersebut ke udara.

Karena itu, aroma khas biasanya terasa lebih kuat ketika hujan pertama turun setelah periode kering yang cukup panjang.

Selain geosmin, minyak atau senyawa tertentu yang berasal dari tumbuhan juga dapat berkontribusi terhadap aroma petrichor. Senyawa-senyawa tersebut dapat tertinggal di permukaan tanah atau batuan selama kondisi kering, kemudian dilepaskan ketika terkena air hujan.

Jadi, semakin lama kondisi tanah kering, semakin banyak pula bahan yang bisa berkontribusi terhadap aroma ketika hujan akhirnya datang.