NADIKABAR.COM — Ada satu aroma yang rasanya sulit dipisahkan dari hujan. Begitu tetes air mulai jatuh ke tanah yang sebelumnya kering, tiba-tiba muncul bau khas yang terasa segar, earthy dan cukup mudah dikenali.
Bagi sebagian orang, aroma ini bahkan menjadi salah satu hal yang paling ditunggu ketika hujan turun setelah cuaca panas berhari-hari.
Ternyata, bau tanah setelah hujan bukan sekadar efek dari tanah yang basah. Aroma tersebut memiliki penjelasan ilmiah dan dikenal dengan istilah petrichor.
Istilah petrichor diperkenalkan oleh dua ilmuwan Australia, Isabel Joy Bear dan Richard Thomas, pada 1960-an untuk menggambarkan aroma khas yang muncul ketika hujan mengenai permukaan tanah atau batuan yang kering.
Aroma tersebut sebenarnya merupakan hasil campuran sejumlah senyawa yang berasal dari tanah, tumbuhan dan mikroorganisme.
Salah satu senyawa yang paling penting dalam aroma tanah setelah hujan adalah geosmin.
Geosmin merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh sejumlah mikroorganisme, terutama bakteri yang hidup di tanah. Senyawa inilah yang memberikan aroma khas seperti tanah basah.
Menariknya, hidung manusia sangat sensitif terhadap geosmin. Bahkan dalam konsentrasi yang sangat rendah, senyawa ini sudah dapat tercium. Karena itu, sedikit perubahan pada kandungan geosmin di udara bisa menghasilkan aroma tanah yang cukup kuat.
Jadi, ketika seseorang mencium bau tanah setelah hujan, yang tercium bukan sekadar "bau tanah basah", tetapi juga molekul-molekul tertentu yang dilepaskan dari lingkungan.
Lalu, bagaimana geosmin bisa sampai ke hidung? Di sinilah hujan memainkan peran penting.
Ketika tetesan air hujan mengenai permukaan tanah, terutama tanah yang kering dan berpori, tetesan tersebut dapat membentuk gelembung udara kecil. Gelembung kemudian pecah dan menghasilkan percikan sangat kecil atau aerosol yang membawa berbagai senyawa dari permukaan tanah ke udara. Salah satunya adalah geosmin.
Partikel-partikel kecil tersebut kemudian terbawa oleh udara dan masuk ke hidung. Itulah sebabnya aroma tanah bisa terasa begitu jelas tidak lama setelah hujan mulai turun. Penelitian tentang mekanisme ini menunjukkan bahwa tetesan hujan memang dapat menghasilkan aerosol yang membawa senyawa beraroma dari tanah ke atmosfer dekat permukaan.
Kenapa bau tanah lebih kuat setelah lama tidak hujan?
Ini juga ada alasannya. Ketika tanah mengalami periode kering, berbagai senyawa dari tumbuhan dan mikroorganisme dapat terakumulasi di permukaan tanah. Setelah hujan turun, air membantu melepaskan kembali senyawa tersebut ke udara.
Karena itu, aroma khas biasanya terasa lebih kuat ketika hujan pertama turun setelah periode kering yang cukup panjang.
Selain geosmin, minyak atau senyawa tertentu yang berasal dari tumbuhan juga dapat berkontribusi terhadap aroma petrichor. Senyawa-senyawa tersebut dapat tertinggal di permukaan tanah atau batuan selama kondisi kering, kemudian dilepaskan ketika terkena air hujan.
Jadi, semakin lama kondisi tanah kering, semakin banyak pula bahan yang bisa berkontribusi terhadap aroma ketika hujan akhirnya datang.
Kenapa bau tanah setelah hujan terasa menyenangkan?
Menariknya, manusia memang sangat peka terhadap geosmin. Senyawa ini juga menjadi salah satu penanda alami yang berkaitan dengan lingkungan basah dan keberadaan air.
Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa geosmin dapat berperan sebagai sinyal ekologis bagi beberapa organisme. Namun, bagi manusia, sensasi yang paling mudah dikenali tentu saja adalah aroma khas tanah yang muncul setelah hujan.
Jadi, ketika mencium bau tanah setelah hujan, sebenarnya ada proses kimia dan biologis yang sedang berlangsung.
Tetesan air bukan hanya membasahi tanah. Hujan juga membantu melepaskan molekul-molekul beraroma dari tanah, tumbuhan dan mikroorganisme ke udara.
Itulah yang membuat aroma khas setelah hujan terasa begitu familiar.
Singkatnya, bau tanah setelah hujan disebut petrichor dan salah satu komponen utamanya adalah geosmin yang dihasilkan mikroorganisme tanah. Ketika hujan mengenai tanah kering, senyawa tersebut dapat terbawa ke udara melalui aerosol kecil sehingga akhirnya sampai ke hidung kita.
Jadi, aroma yang selama ini dianggap sekadar "bau tanah basah" ternyata merupakan hasil dari interaksi air hujan dengan dunia kecil yang ada di dalam tanah.