NADIKABAR.COM — Jengkol menjadi salah satu makanan yang punya penggemar tersendiri. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang khas membuat makanan ini kerap hadir dalam berbagai hidangan, mulai dari semur hingga sambal.

Namun, ada satu hal yang sering menjadi "harga" setelah menikmati jengkol, yakni bau yang tertinggal di mulut. Bahkan, sudah menyikat gigi atau berkumur, aroma khas tersebut terkadang masih terasa.

Lantas, kenapa bau jengkol bisa bertahan cukup lama?

Salah satu penyebab utamanya berkaitan dengan senyawa yang mengandung sulfur. Jengkol (Archidendron pauciflorum) diketahui memiliki sejumlah senyawa sulfur yang berkontribusi terhadap aroma khasnya. Penelitian mengenai komponen aroma pada jengkol juga menemukan 1,2,4-trithiolane sebagai salah satu komponen utama yang berperan terhadap bau menyengatnya.

Selain itu, jengkol juga mengandung asam jengkolat atau djenkolic acid, yakni senyawa yang mengandung sulfur. Kandungan sulfur inilah yang selama ini dikaitkan dengan karakter aroma khas jengkol.

Masalahnya, senyawa berbau tersebut tidak hanya sekadar "menempel" di permukaan gigi.