Mulut merupakan lingkungan yang dihuni oleh ratusan jenis bakteri. Sebagian di antaranya dapat memecah protein dan asam amino yang mengandung sulfur menjadi senyawa sulfur volatil atau volatile sulfur compounds (VSC).
Senyawa seperti hidrogen sulfida dan metil merkaptan merupakan beberapa komponen yang dikenal berkontribusi terhadap bau mulut. Senyawa tersebut mudah menguap sehingga aromanya dapat tercium melalui napas.
Permukaan lidah, terutama bagian belakang, menjadi salah satu tempat yang penting dalam proses tersebut. Permukaan lidah memiliki banyak papila dan celah yang dapat menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan serta bakteri. Lapisan pada lidah juga diketahui menjadi salah satu sumber utama bau mulut.
Karena itu, menyikat gigi saja belum tentu langsung menghilangkan seluruh aroma setelah makan jengkol. Bila masih ada sisa makanan dan lapisan pada lidah, bakteri di dalamnya tetap dapat menghasilkan senyawa yang berbau.
Mengapa terasa lebih lama dibanding makanan biasa?