NADIKABAR.COM — Bagi orang yang baru mulai membeli emas, ada satu hal yang sering bikin bingung. Ketika membeli emas, harganya bisa cukup tinggi, tetapi saat ingin menjualnya kembali, harga buyback atau harga jual kembali justru lebih rendah.
Padahal emasnya masih sama. Beratnya tidak berubah dan kadar emasnya juga tetap. Lantas, kenapa harga beli dan harga buyback bisa berbeda?
Perbedaan tersebut sebenarnya merupakan hal yang umum dalam perdagangan emas. Jarak antara harga beli dan harga jual kembali dikenal sebagai spread.
Menurut Logam Mulia, harga beli merupakan harga yang dibayarkan ketika seseorang membeli emas, sedangkan harga buyback adalah harga yang diterima ketika emas tersebut dijual kembali. Selisih keduanya menjadi bagian dari mekanisme perdagangan emas.
Ada biaya dalam proses penjualan emas
Harga emas batangan yang dibeli konsumen tidak hanya mencerminkan nilai emas berdasarkan harga pasar dunia. Ada berbagai biaya yang melekat pada produk, seperti proses produksi, pencetakan, pengemasan, distribusi, hingga operasional penjualan.
Karena itu, harga yang dibayarkan konsumen ketika membeli emas bisa berada di atas nilai emas berdasarkan harga pasar.
Ketika emas tersebut dijual kembali, pembeli atau lembaga yang menerima emas tidak serta-merta menggunakan harga jual ketika emas pertama kali dibeli. Harga buyback mengikuti kondisi pasar dan harga yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.
Logam Mulia ANTAM, misalnya, menjelaskan bahwa harga buyback mengikuti pergerakan harga emas dunia. Harga tersebut juga berlaku sama untuk berbagai pecahan dan tahun produksi dalam layanan buyback resminya.
Harga emas bisa berubah setelah dibeli