Shimano melalui lini Dura-Ace, misalnya, menempatkan sistem tersebut sebagai salah satu kelompok komponen road cycling kelas atas. Dura-Ace R9200 menggunakan teknologi perpindahan gigi elektronik Di2 yang dirancang untuk perpindahan gigi cepat dan presisi.

Artinya, ketika sebuah sepeda menggunakan komponen kelas atas secara menyeluruh, harga akhirnya bisa meningkat cukup signifikan.

Dalam dunia sepeda performa, bobot menjadi salah satu hal yang banyak diperhatikan.

Produsen berlomba membuat rangka, wheelset, cockpit, hingga komponen lain yang semakin ringan tanpa mengorbankan kekuatan dan karakter berkendara.

Namun, mengurangi bobot bukan perkara sederhana. Dibutuhkan material, desain, proses manufaktur, serta pengujian yang lebih kompleks.

Karena itu, sepeda yang memiliki bobot sangat ringan biasanya berada di kelas harga yang berbeda dibandingkan sepeda dengan spesifikasi standar.

Khususnya pada road bike, aerodinamika juga menjadi faktor penting.

Bentuk rangka, fork, wheelset, posisi kabel, sampai desain komponen dapat dibuat untuk mengurangi hambatan udara. Tujuannya adalah membantu pesepeda mendapatkan efisiensi lebih baik ketika melaju dalam kecepatan tinggi.

Teknologi seperti ini tentu membutuhkan proses riset dan pengembangan. Jadi, harga yang dibayarkan konsumen tidak hanya untuk bahan mentah, tetapi juga untuk pengembangan desain dan teknologi di balik produk tersebut.

Bagian lain yang sering membuat harga sepeda melonjak adalah wheelset.

Wheelset kelas atas dapat menggunakan material karbon dan dirancang dengan fokus pada bobot, aerodinamika, kekakuan, serta efisiensi. Pada sepeda balap, wheelset bahkan bisa menjadi salah satu komponen termahal setelah rangka dan groupset.

Inilah sebabnya sebuah sepeda dengan rangka yang terlihat serupa bisa memiliki harga berbeda jauh hanya karena menggunakan wheelset dan komponen yang berbeda.