Jenis koneksi juga menjadi faktor penting.
Pada jaringan yang menggunakan sambungan radio microwave, misalnya, data dikirimkan melalui gelombang radio antara satu titik dan titik lainnya. Jika jalur tersebut melewati hujan yang sangat lebat, sinyal dapat mengalami pelemahan.
Hal serupa dapat terjadi pada komunikasi satelit. Sinyal yang bergerak antara antena di bumi dan satelit harus melewati atmosfer. Hujan deras di sepanjang jalur tersebut dapat menyebabkan rain fade dan menurunkan kualitas koneksi.
ITU bahkan memiliki model khusus untuk memperkirakan pelemahan sinyal akibat hujan pada jalur komunikasi satelit dan jaringan radio.
Jadi, jika internet rumah menggunakan jaringan yang sebagian jalurnya bergantung pada koneksi radio atau satelit, hujan lebat dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas koneksi.
Lalu, apa hubungannya dengan petir?
Petir memberikan gangguan dengan mekanisme yang berbeda.
Sambaran petir menghasilkan energi elektromagnetik dalam bentuk gelombang radio. NOAA menjelaskan bahwa petir menghasilkan gelombang radio dan sinyal tersebut bahkan dapat digunakan untuk mendeteksi serta menentukan lokasi sambaran petir.
Inilah salah satu alasan mengapa radio tertentu dapat menghasilkan suara berisik atau statis ketika badai petir berada di sekitar.
Namun, pada teknologi komunikasi modern, gangguan dari gelombang elektromagnetik petir bukan berarti setiap sambaran akan langsung membuat jaringan seluler atau internet mati.