Sistem komunikasi modern dirancang untuk menghadapi berbagai sumber gangguan. Karena itu, efek yang dirasakan pengguna bisa berbeda-beda, mulai dari tidak terasa sama sekali hingga muncul gangguan sementara pada sistem tertentu.

Ada persoalan lain yang justru bisa lebih nyata.

Petir dapat menyebabkan lonjakan listrik yang berpotensi merusak perangkat elektronik. NOAA mencatat bahwa petir dapat masuk ke bangunan melalui kabel atau saluran yang terhubung ke luar dan dapat merambat melalui sistem listrik, telepon maupun perangkat komunikasi.

Jika perangkat jaringan atau infrastruktur telekomunikasi terdampak gangguan listrik, koneksi tentu bisa ikut bermasalah.

Misalnya, perangkat jaringan di suatu lokasi mengalami gangguan akibat listrik padam atau lonjakan tegangan. Dampaknya kemudian bisa terasa oleh pengguna yang terhubung melalui perangkat tersebut.

Jadi, ketika internet tiba-tiba bermasalah bersamaan dengan petir, penyebabnya tidak selalu karena gelombang petir "mematikan" sinyal. Bisa saja gangguannya berasal dari infrastruktur yang terdampak kondisi listrik atau kerusakan akibat badai.

Cuaca buruk juga membawa sejumlah faktor lain yang dapat memengaruhi jaringan.

Hujan deras biasanya datang bersama awan tebal, angin kencang dan kondisi atmosfer yang berubah. Pada jaringan radio yang membutuhkan jalur propagasi tertentu, kondisi atmosfer dan hujan dapat memengaruhi kualitas transmisi.

Selain itu, angin kencang juga dapat menyebabkan pohon tumbang atau kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi. Jika kabel, tiang, perangkat jaringan atau sumber listrik untuk fasilitas telekomunikasi mengalami gangguan, pengguna di wilayah tersebut tentu dapat kehilangan koneksi.

Karena itu, ketika internet mendadak terganggu atau berjalan lambat saat hujan, penyebabnya bisa berasal dari kombinasi beberapa faktor di atas.