NADIKABAR.COM — Hujan deras disertai petir kadang bukan hanya membuat jalanan tergenang atau listrik padam. Koneksi internet dan sinyal telepon seluler juga bisa ikut terasa lebih lambat, tidak stabil, bahkan terputus sementara.
Saat cuaca masih cerah, video berjalan lancar. Begitu hujan semakin deras dan petir mulai terdengar, koneksi tiba-tiba melambat atau sinyal di ponsel terlihat naik turun.
Lantas, apakah hujan dan petir memang bisa mengganggu sinyal?
Jawabannya bisa, tetapi penyebabnya tidak sesederhana "petir mengacaukan internet". Ada beberapa mekanisme berbeda yang dapat terjadi, tergantung jenis jaringan dan teknologi yang digunakan.
Salah satu penyebabnya adalah hujan.
Sebagian teknologi komunikasi menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu untuk mengirimkan informasi. Ketika gelombang tersebut melewati atmosfer yang dipenuhi tetesan air, sebagian energinya dapat diserap atau dihamburkan.
Fenomena ini dikenal sebagai rain attenuation atau rain fade.
International Telecommunication Union (ITU) menjelaskan bahwa hujan dapat menyebabkan pelemahan gelombang radio, terutama pada frekuensi beberapa gigahertz ke atas. Dampaknya semakin penting pada sistem yang menggunakan frekuensi microwave dan millimeter-wave.
Artinya, semakin deras hujan dan semakin tinggi frekuensi yang digunakan, kemungkinan pelemahan sinyal juga dapat meningkat.
Namun, bukan berarti setiap jaringan seluler akan langsung kehilangan sinyal ketika hujan turun.
Jaringan seluler memiliki banyak faktor lain yang menentukan kualitas koneksi, seperti jarak perangkat dari BTS, kondisi bangunan dan pepohonan, kepadatan pengguna, kapasitas jaringan serta frekuensi yang digunakan.
Jenis koneksi juga menjadi faktor penting.
Pada jaringan yang menggunakan sambungan radio microwave, misalnya, data dikirimkan melalui gelombang radio antara satu titik dan titik lainnya. Jika jalur tersebut melewati hujan yang sangat lebat, sinyal dapat mengalami pelemahan.
Hal serupa dapat terjadi pada komunikasi satelit. Sinyal yang bergerak antara antena di bumi dan satelit harus melewati atmosfer. Hujan deras di sepanjang jalur tersebut dapat menyebabkan rain fade dan menurunkan kualitas koneksi.
ITU bahkan memiliki model khusus untuk memperkirakan pelemahan sinyal akibat hujan pada jalur komunikasi satelit dan jaringan radio.
Jadi, jika internet rumah menggunakan jaringan yang sebagian jalurnya bergantung pada koneksi radio atau satelit, hujan lebat dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas koneksi.
Lalu, apa hubungannya dengan petir?
Petir memberikan gangguan dengan mekanisme yang berbeda.
Sambaran petir menghasilkan energi elektromagnetik dalam bentuk gelombang radio. NOAA menjelaskan bahwa petir menghasilkan gelombang radio dan sinyal tersebut bahkan dapat digunakan untuk mendeteksi serta menentukan lokasi sambaran petir.
Inilah salah satu alasan mengapa radio tertentu dapat menghasilkan suara berisik atau statis ketika badai petir berada di sekitar.
Namun, pada teknologi komunikasi modern, gangguan dari gelombang elektromagnetik petir bukan berarti setiap sambaran akan langsung membuat jaringan seluler atau internet mati.
Sistem komunikasi modern dirancang untuk menghadapi berbagai sumber gangguan. Karena itu, efek yang dirasakan pengguna bisa berbeda-beda, mulai dari tidak terasa sama sekali hingga muncul gangguan sementara pada sistem tertentu.
Ada persoalan lain yang justru bisa lebih nyata.
Petir dapat menyebabkan lonjakan listrik yang berpotensi merusak perangkat elektronik. NOAA mencatat bahwa petir dapat masuk ke bangunan melalui kabel atau saluran yang terhubung ke luar dan dapat merambat melalui sistem listrik, telepon maupun perangkat komunikasi.
Jika perangkat jaringan atau infrastruktur telekomunikasi terdampak gangguan listrik, koneksi tentu bisa ikut bermasalah.
Misalnya, perangkat jaringan di suatu lokasi mengalami gangguan akibat listrik padam atau lonjakan tegangan. Dampaknya kemudian bisa terasa oleh pengguna yang terhubung melalui perangkat tersebut.
Jadi, ketika internet tiba-tiba bermasalah bersamaan dengan petir, penyebabnya tidak selalu karena gelombang petir "mematikan" sinyal. Bisa saja gangguannya berasal dari infrastruktur yang terdampak kondisi listrik atau kerusakan akibat badai.
Cuaca buruk juga membawa sejumlah faktor lain yang dapat memengaruhi jaringan.
Hujan deras biasanya datang bersama awan tebal, angin kencang dan kondisi atmosfer yang berubah. Pada jaringan radio yang membutuhkan jalur propagasi tertentu, kondisi atmosfer dan hujan dapat memengaruhi kualitas transmisi.
Selain itu, angin kencang juga dapat menyebabkan pohon tumbang atau kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi. Jika kabel, tiang, perangkat jaringan atau sumber listrik untuk fasilitas telekomunikasi mengalami gangguan, pengguna di wilayah tersebut tentu dapat kehilangan koneksi.
Karena itu, ketika internet mendadak terganggu atau berjalan lambat saat hujan, penyebabnya bisa berasal dari kombinasi beberapa faktor di atas.