NADIKABAR.COM — Makan makanan pedas terkadang menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh. Selain membuat mulut terasa terbakar, berkeringat, dan hidung berair, sebagian orang juga merasakan sensasi gatal atau panas di bagian kepala dan kulit kepala.
Kondisi tersebut bisa muncul ketika seseorang mengonsumsi sambal, cabai, atau makanan dengan tingkat kepedasan tinggi. Meski sering dianggap sebagai reaksi biasa, rasa gatal di kepala saat makan pedas ternyata dapat berkaitan dengan respons saraf, peningkatan produksi keringat, hingga reaksi alergi terhadap bahan makanan tertentu.
Lantas, kenapa kepala bisa terasa gatal saat makan pedas? Apakah kondisi tersebut normal atau justru menjadi tanda gangguan kesehatan?
1. Capsaicin dalam cabai merangsang saraf
Salah satu penyebab yang berkaitan dengan sensasi panas setelah makan pedas adalah capsaicin. Senyawa ini merupakan komponen aktif dalam cabai yang menimbulkan sensasi terbakar meskipun suhu makanan sebenarnya tidak panas.
Capsaicin bekerja dengan mengaktifkan reseptor TRPV1 (Transient Receptor Potential Vanilloid 1), yaitu saluran pada saraf sensorik yang berperan dalam mendeteksi panas dan rangsangan tertentu.
Ketika reseptor tersebut aktif, tubuh menerima sinyal yang menyerupai sensasi terkena panas. Respons ini dapat memunculkan rasa terbakar, panas, dan dalam kondisi tertentu berkaitan dengan sensasi gatal.
Karena itu, sebagian orang dapat merasakan sensasi tidak nyaman di beberapa bagian tubuh setelah mengonsumsi makanan pedas.
2. Produksi keringat meningkat saat makan pedas
Makanan pedas juga dapat merangsang produksi keringat sebagai bagian dari respons tubuh terhadap sensasi panas.
Kondisi berkeringat ketika makan dikenal sebagai gustatory sweating. Reaksi ini dapat terjadi pada area wajah, dahi, pelipis, leher, hingga kulit kepala.
Ketika keringat muncul di kulit kepala, sebagian orang mungkin merasakan sensasi lembap, panas, atau gatal. Hal tersebut dapat membuat kepala terasa tidak nyaman selama atau setelah menyantap makanan pedas.
Fenomena ini merupakan salah satu respons tubuh yang dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi cabai atau makanan dengan kandungan capsaicin.
3. Suhu tubuh mengalami peningkatan
Meskipun capsaicin tidak benar-benar menaikkan suhu makanan atau membuat tubuh mengalami demam, senyawa tersebut dapat memengaruhi mekanisme pengaturan suhu tubuh.