Kebiasaan tersebut bisa membuat membuka ponsel terasa seperti respons otomatis ketika seseorang sedang tidak memiliki kegiatan.

3. Ingin tahu apakah ada sesuatu yang terlewat

Tidak adanya notifikasi bukan berarti tidak ada aktivitas baru di dunia digital. Seseorang mungkin membuka media sosial untuk melihat unggahan terbaru, mengecek pesan, membaca berita, atau sekadar memastikan tidak ada sesuatu yang terlewat.

Dorongan seperti ini berkaitan dengan apa yang dikenal sebagai fear of missing out atau FoMO. Perasaan tersebut dapat membuat seseorang tetap ingin memantau aktivitas digital meskipun ponselnya sedang tidak memberikan tanda apa pun.

Menariknya, penelitian terhadap 205 orang menunjukkan bahwa mematikan notifikasi selama satu minggu tidak otomatis membuat frekuensi mengecek ponsel dan waktu penggunaan turun. Para peneliti menemukan bahwa perilaku mengecek ponsel ternyata tidak hanya dipicu oleh notifikasi.

4. Ponsel selalu berada dalam jangkauan

Semakin mudah sebuah benda diakses, semakin kecil usaha yang diperlukan untuk menggunakannya. Kondisi tersebut juga berlaku pada ponsel.

Ketika ponsel selalu berada di atas meja, di samping tempat tidur, atau di dalam genggaman, seseorang tidak perlu berpikir panjang untuk membukanya. Cukup satu gerakan, layar sudah menyala dan berbagai aplikasi bisa langsung diakses.