NADIKABAR.COM — Sebelum Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambangi Korea Selatan pada hari Kamis (29/10), militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara meluncurkan 10 rudal balistik ke arah Laut Jepang.

Dalam kunjungannya, Merz berharap semenanjung Korea dapat bersatu. Semenanjung yang telah terpisah setelah berakhirnya Perang Korea pada tahun 1953, menyisakan garis perbatasan sepanjang 248 kilometer.

Merz dan Lee Jae Myung pun sepakat untuk memperdalam hubungan strategis dan keamanan kedua negara, yang mencakup latihan militer bersama dan pertukaran intelijen.

Kanselir Jerman juga turut mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) Panmunjeoum pada hari Jumat (30/10). Zona Demiliterisasi merupakan kawasan penyangga yang membentang di sepanjang garis batas militer Korea Utara dan Korea Selatan.

Di garis perbatasan tersebut, Merz mengunjungi salah satu barak biru ikonik. Barak itu berada di tepat di tengah garis perbatasan kedua negara, tempat di mana Korea Utara dan Korea Selatan bertemu saat mengadakan pembicaraan langsung. Tepat di barak ini pula, pada tahun 2018, Presiden Korea Selatan saat itu, Moon Jae In, dan pemimpin Korea Utara, Kim, saling berjabat tangan.