Sejak dimulainya invasi besar-besaran ke Ukraina pada tahun 2022. Pyongyang turut memasok amunisi artileri dan rudal kepada Moskow. Selain itu, menurut badan intelijen Korea Selatan, Korea Utara juga telah mengirimkan sekitar 15.000 tentara untuk bertempur bersama pasukan Rusia. Sebagai gantinya, Rusia memberikan dukungan finansial, teknologi militer, dan jaminan keamanan kepada Korea Utara.

"Keamanan Korea berkaitan dengan keamanan Eropa. Keamanan Eropa juga berkaitan dengan keamanan Korea," kata Merz mengenai hal tersebut. "Dunia ini kecil, bahkan di tengah perang."

Keterkaitan itu membuat dua perwira Jerman juga turut serta dalam Komando PBB (UNC) yang dipimpin AS, yang mengawasi gencatan senjata di Semenanjung Korea. Hal ini juga menunjukkan, "Keamanan di dunia tidak lagi dapat dipisahkan, kita harus kita saling menjamin keamanan di mana pun," kata Merz.

Merz berusaha memberikan semangat kepada rakyat Korea. "Korea dan Jerman dihubungkan oleh pengalaman pahit akibat pemisahan," tulisnya dalam buku tamu presiden, "Saya juga berharap rakyat Korea dapat merasakan apa yang kami alami di Jerman: persatuan dalam kebebasan."