Pasien pertama yang terkonfirmasi sebelumnya tinggal di Republik Demokratik Kongo sebelum melakukan perjalanan melintasi Uganda dan tiba di Nairobi pada 3 Oktober. Ia meninggal dunia dua hari kemudian.

Kasus-kasus tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi penyebaran Ebola di Afrika Timur, terutama mengingat mobilitas penduduk antara Kenya, Uganda, dan Kongo.

Otoritas kesehatan Kongo melaporkan lebih dari 9.000 kasus infeksi Ebola dan lebih dari 4.000 kematian hingga 14 Oktober. Berdasarkan data yang dikaitkan dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), wabah tersebut menjadi epidemi Ebola terbesar kedua yang pernah tercatat.

Otoritas kesehatan di kawasan itu terus memantau risiko penularan lintas batas, sementara Kenya meningkatkan pelacakan kontak dan pengawasan untuk mengendalikan penambahan kasus terbaru.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia