NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan semakin mendesaknya reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Senin.
“Reformasi bukan berarti melemahkan PBB; hal tersebut adalah untuk memastikannya sesuai dengan kebutuhan yang dituntut dunia hari ini dan esok hari,” kata Menlu kepada Sekjen Guterres dalam pernyataan pers bersama usai agenda “Foreign Policy Circle Talks” di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Ia mengungkapkan reformasi multilateral dan PBB merupakan satu dari tiga pesan yang disampaikannya kepada Sekjen PBB dalam dalam pertemuan bilateral di Kemlu RI tersebut.
Arrmanatha menyampaikan bahwa sebagai anggota Badan Auditor PBB, Indonesia akan terus berjuang memastikan PBB yang semakin akuntabel dan responsif terhadap dinamika yang berkembang.
Sementara, pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2029—2023 ditujukan untuk mendorong DK PBB agar semakin berdampak, representatif, dan berfokus pada tujuan.