NADIKABAR.COM — Pihak berwenang di Nigeria telah memulai penyelidikan atas laporan bahwa 16 siswi sekolah menengah menjalani tes keperawanan yang diduga diperintahkan oleh seorang pemimpin adat. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di sebuah sekolah di Negara Bagian Rivers, di wilayah Delta Niger yang kaya minyak.
Dilansir AFP, Sabtu (24/10/2026), para siswi tersebut diduga dibujuk untuk menjalani tes itu dengan iming-iming beasiswa dan buku gratis.
Kejadian semacam ini jarang terjadi di negara dengan populasi terbanyak di Afrika tersebut, di mana para pemimpin adat sering kali memiliki pengaruh yang cukup besar.
Beberapa wilayah pedesaan di bagian selatan juga telah berupaya memerangi praktik sunat alat kelamin perempuan dalam beberapa tahun terakhir.
"Enam belas (16) siswi diduga dipilih untuk menjalani pemeriksaan tersebut," ungkap kementerian pendidikan dalam sebuah pernyataan tertulis, seraya menyebut dugaan itu sebagai hal yang sangat serius dan meresahkan.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa sejumlah orang yang mengaku mewakili seorang pemimpin adat mendatangi sekolah negeri di Khana, Negara Bagian Rivers, bulan lalu, lalu memilih para siswi tersebut untuk menjalani tes.
Pihak kementerian tidak memberikan perincian mengenai bagaimana tes tersebut dilakukan.
Pada tahun 2012, seorang kepala sekolah di Negara Bagian Ogun, wilayah barat daya, sempat diskors dan ditangkap oleh polisi setelah diduga melakukan tes serupa terhadap 10 siswi.