Oleh karena itu, ia bermaksud melanjutkan program komunikasi yang telah berjalan sembari mencermati pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma. Karena tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI, dan lain-lain," ujarnya.

Ia menilai bahwa perkembangan algoritma serta kekuatan kecerdasan buatan berpotensi menimbulkan distorsi terhadap pesan yang disampaikan oleh pemerintah kepada publik.