NADIKABAR.COM β€” Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan mengapresiasi tiga capaian Kementerian Agama dalam dua tahun Asta Cita yang meliputi penguatan agama sebagai pemersatu bangsa, penanaman nilai antikorupsi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

β€œDari Bakom, kami sangat mengapresiasi tiga hal yang saya catat tadi. Pertama, Bapak Menteri Agama dan jajarannya telah berhasil meningkatkan agama sebagai alat persatuan nasional,” ujar Syahganda saat konferensi pers capaian dua tahun Kemenag di Jakarta, Senin.

Syahganda mengatakan peran agama sebagai pemersatu menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Bakom dalam penyampaian hasil kerja Kemenag.

Ia juga mengapresiasi upaya Kemenag menjadikan agama sebagai kekuatan untuk membebaskan masyarakat dari budaya korupsi. Ia menilai nilai-nilai agama dapat membangun kesadaran untuk hidup bersih dan menjaga integritas.

β€œYang kedua, telah berhasil menjadikan agama sebagai alat pembebasan dari budaya korupsi,” ujarnya.

Menurutnya, capaian Kemenag memperlihatkan bagaimana agama dapat meyakinkan masyarakat untuk menjauhi perilaku koruptif. Menurutnya, upaya tersebut terus dikerjakan Menteri Agama melalui penguatan peran agama dalam kehidupan masyarakat.

β€œSaya lihat tadi bagaimana agama itu bisa meyakinkan orang-orang untuk menjadi orang yang bersih dari korupsi,” kata dia.

Capaian ketiga yang disoroti Syahganda adalah peran Kemenag dalam pembangunan kualitas manusia. Ia menyebut pembelajaran jarak jauh dan beasiswa sebagai contoh program yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.

β€œYang ketiga, agama itu ikut berperan serta dalam memajukan pembangunan manusia dan sumber daya manusia, seperti pembelajaran jarak jauh, beasiswa, dan lain-lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Syahganda menegaskan penyampaian capaian dua tahun Asta Cita merupakan bagian dari pertanggungjawaban pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada masyarakat.

Menurut Syahganda, pemerintah berkewajiban membuka informasi mengenai pekerjaan dan hasil yang dicapai karena program-program tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari masyarakat, termasuk melalui pajak.

Ia menjelaskan kementerian dan lembaga akan menyampaikan hasil kerja dua tahun pemerintahan melalui berbagai saluran, mulai dari pertemuan langsung dengan wartawan, siaran pers, hingga penyampaian informasi melalui media massa.

Selain memaparkan capaian, forum tersebut juga menjadi ruang untuk menerima tanggapan atas pelaksanaan program pemerintah.

Syahganda berharap media dapat menyampaikan keluhan masyarakat dan persoalan yang masih membutuhkan penanganan, termasuk yang berkaitan dengan layanan Kementerian Agama.

β€œRespons dari teman-teman media adalah hal yang kami harapkan untuk kami sampaikan kepada Bapak Presiden dan pemerintah,” katanya.