NADIKABAR.COM — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan menyatakan suara rakyat paling bawah harus sampai kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana arahan yang diberikan oleh Kepala Negara kepada lembaga baru tersebut.
Syahganda dalam serah terima jabatan di Gedung Bakom RI Jakarta, Selasa, mengatakan Presiden mengarahkan agar pikiran orang-orang paling bawah didengar dan apa yang terjadi pada kondisi masyarakat paling bawah harus sampai ke telinga kepala negara.
"Ini yang diminta, jadi bagaimana kita ini mendengarkan suara rakyat," katanya.
Arahan itu ia terima saat bertemu Presiden bersama Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/10), setelah keduanya dilantik. Pertemuan berlangsung sekitar dua jam.
Menurut Syahganda, Presiden juga meminta program-programnya sampai kepada rakyat paling bawah.
Ia menyebut Bakom sudah memiliki sejumlah sarana untuk itu, mulai dari jaringan humas hingga kanal aduan di kementerian dan lembaga seperti "Lapor Pak Polisi", "Lapor Pak Menkeu", dan "Lapor Pak Mentan".
Syahganda mengatakan sarana tersebut berkembang pada masa kepemimpinan pendahulunya, Muhammad Qodari. Sejak Senin (5/10), ia dan Fadli memimpin rapat dengan para deputi untuk memetakan perkembangan tersebut.
Fadli menyampaikan Bakom akan menguatkan perannya sebagai orkestrator komunikasi pemerintah yang lebih adaptif dan proaktif. Ia mengatakan bahwa Presiden meminta Bakom untuk aktif mendengarkan masukan, usulan, keluhan, bahkan kritik yang disampaikan oleh masyarakat.
Masukan itu, kata dia, akan diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, bahkan kepada Presiden. Ia mengharapkan komunikasi pemerintah menjadi lebih terbuka, dialogis, dan berkesinambungan.
Fadli menyampaikan Bakom akan memakai bahasa yang sederhana agar gagasan dan program pemerintah dapat diterima masyarakat secara utuh, termasuk manfaat dan pemikiran di balik setiap kebijakan.
Lebih lanjut, Syahganda juga mengajak media arus utama maupun media baru bekerja sama dengan Bakom. Ia mengharapkan terbentuk jejaring antara pemerintah, masyarakat, dan wartawan, baik vertikal maupun horisontal.
Diketahui, Syahganda menerima jabatan dari Qodari, yang kini menjabat Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus merangkap anggota.