Merujuk dari itu, sampai akhir 2026 penyaluran CBP ke masyarakat diproyeksikan dapat mendekati hingga total 4 juta ton. Bahkan angka itu menjadi rekor penyaluran CBP ke masyarakat paling tinggi setelah terakhir sepanjang tahun 2024 pernah mencapai hingga 3,37 juta ton.
"Beras itu utama, karena saudara-saudara kita makannya nasi dari beras. Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo ini harus kita amankan dan stabilisasi. Strateginya dengan menjaga di petani agar produksi pangan kencang dan harga sama-sama baik dari petani sampai di konsumen," tuturnya.
Memasuki dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, sektor pangan diperkuat melalui peningkatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang bersumber dari produksi petani dalam negeri.
Penguatan tersebut mendukung program intervensi perberasan pemerintah yang hingga 20 Oktober 2026 telah menyalurkan 2,84 juta ton beras kepada masyarakat, meningkat 217 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 894 ribu ton.
Adapun penyaluran 2,84 juta ton penderasan CBP ke masyarakat terdiri dari realisasi program SPHP beras pada Januari-Februari 221,05 ribu ton. Kemudian realisasi SPHP beras Maret sampai Oktober ini yang telah mencapai 912,38 ribu ton.