NADIKABAR.COM — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan kualitas perencanaan menentukan arah pembangunan negara.
Karena itu, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, ia mengatakan telah meminta para perencana di Kementerian PPN/Bappenas bekerja dengan teliti, berintegritas, dan mampu membaca persoalan secara menyeluruh, terutama di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.
“Kementerian PPN/Bappenas bukan hanya perencanaan untuk kementerian; Kementerian PPN/Bappenas adalah perencanaan negara. Karena Kementerian PPN/Bappenas adalah perencanaan negara, kita tidak punya ruang untuk salah. Kalau perencanaannya saja sudah salah, peluang terjadinya kesalahan dalam pelaksanaannya akan semakin besar,” kata Rachmat Pambudy dalam Kuliah Umum Pelatihan Dasar-Dasar Perencanaan Pembangunan (DDPP) bagi pegawai Kementerian PPN/Bappenas.
“Di Angkatan Udara, ada slogan sky is wide but no room for error. Langit yang begitu luas saja tidak memberi ruang untuk kesalahan, apalagi jika kita ingin membawa negara mencapai Indonesia Emas,” lanjut dia.
Menurut dia, DDPP merupakan bagian dari core competence yang harus dimiliki setiap pegawai Kementerian PPN/Bappenas. Kemampuan menelusuri masalah, menetapkan prioritas, menyusun intervensi berbasis bukti, serta menyinkronkan perencanaan dan penganggaran harus didukung oleh kemampuan memanfaatkan data dan teknologi, membangun kolaborasi lintas sektor dan wilayah, serta mengomunikasikan gagasan secara efektif.
“Penguasaan pengetahuan saja tidak cukup. Kita membutuhkan aparatur sipil negara yang berintegritas, profesional, adaptif, dan berani menghadirkan gagasan yang relevan untuk menjawab tantangan. Setiap pegawai berperan dalam menjaga kualitas perencanaan dan memastikan kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan. Karena itu, teruslah belajar, jaga semangat, dan berlatihlah sepanjang perjalanan Saudara sebagai perencana,” ujar Menteri PPN.
Pesan tersebut diperkuat oleh Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard yang menempatkan keberanian profesional sebagai bagian penting dari kualitas seorang perencana.
Dia berpendapat bahwa perencana tidak cukup hanya mampu menghasilkan analisis, tetapi juga harus berani mempertanggungjawabkan dasar setiap rekomendasi yang disampaikan.
“Jelaskan asumsi dan keterbatasan analisis, pastikan sumber data yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan, dan jelaskan setiap rekomendasi. Saya ingin para perencana memiliki keberanian menyampaikan pandangan profesional, termasuk ketika pandangan itu berbeda, sepanjang didukung oleh data dan analisis yang tepat," ujar Febrian
Seorang perencana profesional harus mampu memahami masalah, menguji bukti, mempertimbangkan berbagai pandangan, kemudian menyampaikan rekomendasi secara jelas,” kata Wakil Kepala Bappenas itu.