NADIKABAR.COM — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan produktivitas terbaik dan terbesar berasal dari pertanian.

"Apabila ini ditingkatkan, maka kapasitas usaha dan akses pasar bisa memanfaatkan layanan keuangan untuk mendorong produktivitas. Produktivitas terbaik dan terbesar itu berasal dari pertanian, dari pengembangan unsur-unsur dasar," ucap Rachmat dalam "Launching Dashboard Indeks Akses Keuangan di Daerah (IKAD)" di Jakarta, Senin.

Menteri PPN berpendapat kemajuan negara seperti Vietnam yang memiliki pertumbuhan ekonomi hingga di atas 10 persen karena optimalisasi sektor pertanian.

Beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan pada sektor pertanian di Vietnam yaitu perkembangan on-farm (kegiatan inti dalam sistem agribisnis berupa usaha tani atau proses budidaya (pertanian primer) yang memanfaatkan sarana produksi untuk menghasilkan komoditas atau produk pertanian segar), processing (kegiatan industri yang mengolah hasil pertanian primer (dari on-farm) menjadi barang setengah jadi atau barang jadi untuk meningkatkan nilai tambah), serta peningkatan ekspor produksi hasil olahan pertanian.

"Kalau itu bisa dikerjakan (di Indonesia), maka pertumbuhan ekonomi kita bukan saja 8 persen, tapi bisa di atas 10 persen," kata Rachmat.

Kepala Bappenas menerangkan alasan mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia di era 1970-1980-an bisa double digit.

Menurut dia, hal itu disebabkan sektor pertanian yang tumbuh dengan cepat dan pesat, serta hilirisasi tumbuh dengan baik.

"Dengan begitu, maka inklusi keuangan sekaligus dua, (yaitu) pertumbuhan dari hal yang mendasar dan pertumbuhan dari nilai tambah yang kita bisa dapatkan," ujar dia.