Selain meninjau fasilitas dan pelaksanaan operasional, Mas Dar juga menekankan pentingnya kesesuaian data penerima manfaat dengan data yang tercatat dalam sistem. Menurut dia, validitas data menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan penyaluran Program MBG berjalan tepat sasaran.
"Ada sekolah-sekolah yang belum ada nomor induk sekolahnya, ya kita enggak bisa layani, dia harus update nomor induk sekolahnya, kalau dia di sekolah negeri atau swasta ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kalau madrasah atau pondok pesantren ke Kementerian Agama," paparnya.
Ia menjelaskan, kelengkapan dan kesesuaian data tersebut diperlukan agar pelaksanaan Program MBG dapat dipantau serta dampaknya terhadap penerima manfaat dapat diukur secara lebih terarah.
Pengukuran dampak tidak hanya berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan makanan bergizi, tetapi juga mencakup perkembangan kondisi fisik dan indikator lain yang dapat menunjukkan manfaat program bagi peserta didik.