"Karena dampak yang kita inginkan adalah perbaikan gizi dan pertumbuhan yang baik, dilihat secara fisik, berat badan, tinggi badan, termasuk juga ada output termasuk kehadiran (di sekolah)," kata Mas Dar.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG menunjukkan dampak positif terhadap kehadiran peserta didik di sekolah. Ia mencontohkan pengalamannya ketika mengunjungi salah satu sekolah di Palembang, Sumatera Selatan, yang menunjukkan peningkatan tingkat kehadiran siswa setelah program MBG dilaksanakan.
Menurut dia, perubahan tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi manfaat program.
"Saya pernah datang di satu sekolah di Palembang, itu tingkat kehadirannya sekitar 60-an persen. Setelah ada MBG, tingkat kehadirannya naik 95 persen. Jadi, ini ada dampak, ada output (manfaat) dan hasil yang baik, gitu," tutur Sudaryono.