Kepercayaan diri Indonesia untuk menembus pasar Afrika juga didukung oleh status BPOM yang kini telah diakui sebagai WHO Listed Authority (WLA) atau Otoritas Pengawas Obat yang Diakui Organisasi Kesehatan Dunia.
"Karena kita sudah berstatus WLA, ini menambah reputasi kita, bahwa kita semakin dipercaya. Bukan hanya di negara-negara ASEAN, bukan hanya di negara Eropa karena kita selevel, tapi juga negara-negara Afrika juga mengakui kita. Itu yang paling penting," tambahnya.
Selain rencana ekspor, kerja sama kedua negara di sektor farmasi juga telah berjalan secara konkret.
Saat ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi Indonesia, PT Bio Farma, tengah menjalin kemitraan strategis dengan Atlantic Life Sciences of Ghana.
Kerja sama ini melibatkan transfer teknologi untuk membantu Ghana memproduksi vaksin tetanus pertama secara lokal di negara tersebut.