Ia mencontohkan negara China yang tiga puluh tahun lalu memiliki kondisi serupa dengan Indonesia, tetapi kini berhasil mencatatkan hingga 1,8 juta paten berkat lompatan teknologi.
"Maksud saya apa, yang kecil nggak selamanya kecil, yang besar nggak selamanya besar. Jadi kalau saya tadi menyampaikan posisi kita 55 dunia dalam skor innovation index, dan berarti yang lain-lain juga kira-kira segitu, dan juga berarti top perguruan tinggi 200 dunia juga belum banyak di Indonesia, itu korelasinya sangat nyata sekali. Dan ini menggambarkan bahwa kita punya start, kita punya baseline, sekarang tergantung bagaimana kita meningkatkan kecepatan untuk meraih apa yang kita impikan," ujar Arif.
Oleh karena itu, Arif menekankan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus segera dipacu sebagai tuas pengungkit agar Indonesia mampu melompat menjadi negara maju secara berkelanjutan.