Namun, ketika menyampaikan hasil riset kepada masyarakat melalui ruang publik, peneliti perlu menyesuaikan kosakata, tingkat abstraksi, dan bahasa agar informasi lebih mudah dipahami.

"Begitu kita masuk dalam dunia populer, kemampuan kita harus menurunkan vocabulary, menurunkan abstraksi, menurunkan bahasa-bahasa yang tinggi sehingga mudah dipahami oleh masyarakat," ujarnya.

Arif menilai kemampuan menyederhanakan hasil riset juga menunjukkan sejauh mana seorang peneliti menguasai ilmu yang ditekuni. Ia memberi contoh seperti tantangan ketika seorang lulusan doktoral diminta menjelaskan disertasinya dalam waktu satu menit.