NADIKABAR.COM — Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan dengan kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, yang berkunjung ke Moskow pada Kamis (5/11) waktu setempat. Apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

Otoritas Iran, seperti dilansir AFP, Jumat (6/11/2026), mengungkapkan bahwa pertemuan itu membahas penguatan hubungan antara Teheran dan Moskow, termasuk pembangunan pipa untuk mengimpor gas Rusia.

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan dengan Putin, Rezaei yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut pertemuan itu sebagai "pertukaran yang sangat penting".

"Dalam pertemuan dengan Tuan Vladimir Putin, pembahasan dilakukan terkait pembangunan pipa gas dari Rusia ke Iran," ujar Rezaei, sebagaimana dikutip oleh Kedutaan Besar Iran dan dilaporkan oleh televisi pemerintah Iran.

Dia menambahkan bahwa tujuannya adalah agar Iran dapat "mengatasi kekurangan gas di dalam negeri, sekaligus memfasilitasi penjualan gas Rusia ke negara-negara tetangga".

Meskipun merupakan produsen utama, Iran telah sejak lama mengalami kekurangan gas alam, yang sangat penting untuk mengoperasikan sistem pemanas. Kondisi ini diperparah oleh perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.

Selama fase pertempuran paling sengit, yang menurut Teheran berlangsung hampir 40 hari, Washington dan Tel Aviv menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk kilang gas alam.

Rusia dan Iran, dua negara yang paling banyak dijatuhi sanksi di dunia, telah menjalin hubungan yang lebih erat sejak Moskow melancarkan invasi militer ke Ukraina pada tahun 2022 lalu.

Pada awal Oktober tahun ini, Putin menyatakan Rusia siap berpartisipasi dalam mediasi untuk mengakhiri perang Timur Tengah.

Mengenai konflik tersebut, Rezaei mengatakan bahwa Putin menekankan perlunya mekanisme keamanan regional dan menegaskan bahwa "campur tangan apa pun oleh kekuatan eksternal tidak dapat diterima" dalam penyelesaian situasi di kawasan Timur Tengah.