Ia menjelaskan instalasi itu berbentuk gerbang bambu yang mengusung konsep living underwater art.
Selain menjadi karya seni, instalasi dirancang sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya biota laut.
Ia menerangkan untuk menjaga keamanan lingkungan, bambu terlebih dahulu dipilah dan dibersihkan dari paku, kawat, serta residu anorganik yang menempel. Penempatan instalasi juga melalui kajian teknis dan pengujian keamanan material.
“Kami juga melakukan pemantauan ekologis secara berkala, untuk memastikan instalasi aman dan tidak mengganggu ekosistem perairan,” katanya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan di wilayah lain dengan konsep berbeda.