Upaya ini diharapkan tidak hanya membantu penanganan sampah pesisir, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi biru di Kepulauan Seribu.
"Mari bersama-sama menjaga kebersihan pesisir dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat demi kelestarian ekosistem laut dan pariwisata berkelanjutan,” kata dia.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang Jamaluddin mengapresiasi pemanfaatan sampah bambu menjadi instalasi seni bawah laut.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, petugas kebersihan, dan komunitas lingkungan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan pesisir.
“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan wisata bahari di Pulau Panggang,” kata dia.