Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan, penyalur MBG ke empat SD yang muridnya mengalami keracunan makanan adalah SPPG yang sama. Samsu menyebut gejala murid yang terdampak dari empat SD itu juga sama.

"Iya, dari SPPG yang sama, gejala juga sama kok," katanya.

Gejala itu, lanjut Samsu, seperti diare, pusing hingga lemas. Selain itu, dari penelusuran Dinkes, murid-murid dari empat SD itu mengkonsumsi MBG di hari yang sama yakni Jumat (4/9/2026).

"Jadi untuk di SD Patalan Baru ada lima murid, SD Sawahan dua murid dan SD Kembangsongo ada tiga murid yang mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi itu (MBG)," ucapnya.

Namun, Samsu mengatakan bahwa murid-murid yang keracunan MBG di tiga SD itu sudah terkondisi semua. Bahkan beberapa tidak sampai tidak perlu mendapat penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

"Gejala mereka juga sama seperti yang di sana (SDN 1 Sumberagung), diare, pusing. Tapi tidak ada yang sampai rawat inap, wong tidak sampai faskes juga, hanya rawat di rumah dan sudah membaik," ujarnya.